Tepat di hari ibu, Bidwan-PKS seluruh Indonesia serentak menyosialisasikan program sadar gizi, yaitu program penyadaran pentingnya gizi seimbang bagi ibu dan anak.PK-Sejahtera Online: Terdapat 27,3 persen balita menderita gizi kurang, 8 persen gizi buruk dan 50 persen kekurangan vitamin A. hal ini beresiko terjadinya kebutaan, penurunan pertumbuhan dan lemahnya daya tahan tubuh. Masalah gizi lain pada balita adalah anemia gizi yang ditemukan sekitar 48,1 persen. Beberapa peneliti menyimpulkan 54 persen kematian bayi dan balita dilatarbelakangi factor gizi.Mencermati perkembangan masalah gizi ini, maka diperlukan pergeseran orientasi program perbaikan gizi yang mengacu pada paradigma sehat. Memberikan penyadaran, pengetahuan dan praktek sadar gizi adalah salah satu program prioritas bidang kewanitaan Partai Keadilan Sejahtera (Bidwan-PKS).Tepat di hari ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember, Bidwan-PKS seluruh Indonesia serentak menyosialisasikan program sadar gizi (kadarzi), yaitu program penyadaran pentingnya gizi seimbang bagi ibu dan anak. Selain itu, PKS juga melakukan aksi memberikan asupan gizi pada keluarga ekonomi lemah. “Kegiatan ini serentak dilakukan kader perempuan PKS yang di motori DPRa setempat,” kata ketua bidang kewanitaan Evi Virdiana.Adapun bentuk bantuan yang diberikan adalah susu, telur, bubur, buah-buahan dan sebagainya. Program kadarzi ini di mulai 18 Desember 2008 hingga bulan Mei mendatang. “Ketentuannya setiap satu kader membantu satu keluarga ekonomi lemah. Dengan demikian, harapannya persoalan gizi lemah di Indonesia akan segera teratasi,” tambah Evi.Evi menambahkan selain kadarzi PKS juga menjaring delapan perempuan Indonesia yang mampu memberi inspirasi pada lingkungan sekitar atau disebut “inspiring women”. Penjaringan ini akan melibatkan struktur daerah. Masing-masing daerah menjaring dua kandidat.Kriterian inspiring women, memiliki sisi unik dan tentunya dapat menjadi inspirasi bagi perempuan khususnya kader perempuan PKS untuk mengikuti jejaknya. Salah satu wanita yang dianggap patut diikuti jejaknya adalah Maseha (61 th), warga Sukadanaham, Bandar Lampung. Wanita paruh baya ini memiliki segudang aktivitas. Usia yang kian bertambah, tidak membuatnya surut untuk tetap menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.Daiyah, penggerak PKK, tenaga pelayanan kesehatan keliling dan juga dukun bayi terlatih. Itulah sedikitnya aktivitas yang ia geluti sampai sekarang. Ibu berputra lima ini merasa terpanggil untuk berkontribusi dengan masyarakat, meskipun ia bukanlah aparat pemerintahan setempat.Hamdan, suami Mahesa tidak pernah melarang istrinya untuk terus berkarya dan mengabdi pada masyarakat. “Bapaknya anak-anak selalu mendukung aktivitas saya, bahkan kalau ada panggilan mendadak dan pekerjaan rumah belum selesai, bapak lebih menganjurkan saya untuk memenuhi panggilan masyarakat dulu,” kata Maseha sambil mengembangkan senyum manisnya. Rangkaian kegiatan hari ibu ini bertema Muliakan ibumu , maka akan mulia bangsamu ini diharapkan berjalan dengan lancer sampai tenggat waktu yang telah ditentukan. Dengan demikian, dibutuhkan kerjasama dari pihak ke tiga. Satu diantaranya adalah media. Menurut Evi, media punya peran besar dalam merubah paradigma masyarakat. “Selain memberi informasi, media juga punya peran pendidik,” pungkas Evi.[Amah Kaysa]
Pengirim: Ningsih Update: 23/12/2008 Oleh: Ningsih
Senin, 22 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar